Cerpen Afri Meldam
Developer yang menangani proyek perumahan tempat kami tinggal ini, sebetulnya telah memberikan nama untuk semua jalan dan gang yang ada – kami menyebut jalan-jalan kecil penghubung jalan utama dengan ‘gang’. Karena terasa monoton dan ruwet (bayangkan, semua jalan di sini dikasih nama Jl. Asri Indah, bedanya cuma pada nomor yang dibubuhi di belakang nama jalan tadi, misalnya Jl. Asri Indah 1, Jl. Asri Indah 2, 3, 4 dst. “Kayak anak TK diajar menghitung aja”, komentar beberapa warga. Dan yang tidak kreatif lagi, gang-gang pun hanya ditandai dengan alfabet A, B, C, D, E, dst.
Maka, jika rumah Anda terletak di gang B No 3 Jl. Asri Indah 4, maka alamatnya akan jadi seperti ini: Jl Asri Indah 4, gang B No 3- “Alamat yang begitu ‘kaku’”kata Bu Marya menanggapi), maka, atas inisiatif ibu-ibu PKK, nama jalan dan gang di kompleks perumahan ini pun kemudian ditukar. Semua jalan memakai nama-nama buah, dan gang memakai nama-nama bunga. Maka, ada Jl. Salak, Jl. Manggis, Jl. Apel, Jl. Mangga, Gang Nephentes, Gang Sedap Malam, Gang Kenanga, Gang Cempaka, dll.
Uniknya, pemberian nama-nama gang ini pun kemudian ‘ditindaklanjuti’ dengan menanam bunga-bunga tersebut di depan gang yang memakai namanya. Misalnya, di depan gang Kenanga, ditanam serumpun besar bunga kenanga. Jadi terasa lebih klop dan kompleks pun kelihatan lebih indah. Namun, nampaknya ada satu gang yang harus segera dirubah namanya, yaitu Gang Cempaka yang ada di Jl. Mangga. Kenapa? Begini ceritanya: (lagi…)